« Deg-degan.. | Main | Tukang Sapu »

May 09, 2007

Persiapan

Tadi suami ngajak ke rumah sakit, tempat dimana si kecil rencananya akan dilahirkan. Selain konon fasilitas dan pelayanannya oke, sengaja kami pilih rumah sakit tersebut karena lokasinya dekat sekali dengan rumah. Survey lokasi menjadi sangat penting menurut kami berdua, karena meskipun letaknya dekat dan udah tau dari dulu kalo lokasinya pasti di daerah X, tapi kalo ga dijalanin langsung bisa aja pas ‘saatnya’ jadi bingung sendiri trus jadi pake acara salah belok, salah muter, kebablasan, dll.. bikin tambah panik deh.

Di rumah sakit tersebut, kami melakukan registrasi dan reservasi sesuai dengan hari perkiraan lahir si kecil. Kalo soal waktu lahir yang mungkin maju atau mundur sih ga masalah, yang penting calon pasien yang sudah terdaftar akan diutamakan.

Selain daftar dan booking tempat, suami juga mengingatkan untuk bertanya mengenai pembuatan akte kelahiran. Jadi ternyata ada bagian di rumah sakit tersebut yang bisa dimintai tolong untuk mengurus akte kelahiran si kecil. Persyaratannya ga sulit, antara lain:

  1. Surat kuasa (kecuali kalo ngurus sendiri)

  2. Copy suratketerangan kelahiran dari rumah sakit
  3. Surat keterangan kelahiran asli dari kelurahan tempat dimana pasangan tinggal

  4. Copy buku nikah

  5. Copy kartu keluarga

  6. Copy KTP suami dan istri

Persiapan lain yang telah gue lakukan adalah mengisi koper dengan perlengkapan-perlengkapan yang akan dibutuhkan oleh gue, suami, dan si kecil di rumah sakit nanti. Jadi begitu ‘kontraksi’, udah ga akan ribet lagi nyiap-nyiapin perlengkapan dan pernak-pernik lain. Tinggal angkat koper, dan go!!

Baca-baca buku persiapan melahirkan juga menjadi salah satu persiapan gue selain berdoa, tentunya. Meskipun gue membaca referensi yang berbeda, namun buku-buku itu menyatakan hal yang sama mengenai ‘tanda-tanda kelahiran’. Yaaa fenomena umum lah: Kontraksi dan mules-mules.

Kontraksi yang bagaimana?

Nah, kata buku-buku itu (dan kata orang-orang yang udah pernah melahirkan), sakitnya berasa seperti gejala pre-menstruation yang menyebar dari belakang pinggul lalu kea rah depan kemaluan. Gejala ini katanya makin lama makin sering dan tidak hilang dengan perubahan posisi ibu (misalnya dari duduk ke berdiri, kontraksi dan rasa sakit ga akan hilang).

                        

Hwaduh, masalahnya dulu-dulu gue nggak pernah ngerasain sakit apapun pas lagi mens. Jadi kayak apa rasa sakitnya belum kebayang di gue. Tapi mudah-mudahan aja gue siap dan ga terlalu kaget lagi nanti pas ‘saatnya’.

                            

Comments

Post a comment

Post a comment

Name:

You are currently signed in as .